Tampilkan postingan dengan label Bidang PKK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bidang PKK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2017

DIRGAHAYU 67 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)

Dirgahayu Ke-67 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia. | Foto Kreasi Bernata Manalu

DIRGAHAYU 67 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)

67 Tahun GMKI 

Ulang tahun GMKI tentu kita akan pertama mengenang tokoh yang menjadi THE FOUNDING FATHER dari Gerakan ini yang mana pada saat pembentukan GMKI tanggal 9 Februari 1950  yang menyampaikan.

"Tindakan ini adalah suatu tindakan historis bagi dunia mahasiswa umumnya dan masyarakat Kristen pada khususnya. GMKI menjadilah pelopor dari semua kebaktian yang akan dan mungkin harus dilakukan di Indonesia. GMKI menjadilah suatu pusat sekolah latihan (leershool) dari orang-orang yang mau bertanggungjawab atas segala sesuatu yang mengenai kepentingan dan kebaikan negara dan bangsa Indonesia. GMKI bukanlah merupakan Gesellschaft, melainkan ia adalah suatu Gemeinschaft, persekutuan dalam Kristus Tuhannya. Dengan demikian ia berakar baik dalam gereja, maupun dalam Nusa dan Bangsa Indonesia. Sebagai bagian dari iman dan roh, ia berdiri di tengah dua proklamasi: Proklamasi Kemerdekaan Nasional dan Proklamasi Tuhan Yesus Kristus dengan Injilnya, ialah Injil Kehidupan, Kematian dan Kebangkitan"



MENGULAS PANCA KEGIATAN GMKI YANG KE- 5
“BERKREASI”
(Ayat bacaan: Kejadian 2:19)

"Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu."
"Ah sayang saya tidak kreatif... saya bukan seniman." kata seorang teman dengan ringan ketika ia diminta untuk ikut membantu dekorasi ruangan. Mungkin benar bahwa kreativitas orang berbeda-beda. Ada yang dikaruniai bakat seni yang tinggi disertai kreativitas tinggi pula, ada yang tidak. Tapi itu bukan berarti bahwa ada orang yang sama sekali tidak memiliki kreativitas dalam dirinya. Salah satu tugas saya sebagai pengajar desain adalah menemukan dan mengembangkan kreativitas dari anak-anak didik saya. Satu hal yang selalu saya dapati sebagai kesimpulan pada tiap angkatan adalah bahwa semua manusia memiliki kreativitasnya sendiri. Dari satu tugas yang sama hasilnya bisa berbeda-beda, dan semuanya tetap menarik untuk dilihat. Jika kita perhatikan dalam Alkitab, Tuhan yang Maha kreatif sesungguhnya menuntut kita untuk menjadi orang-orang yang kreatif pula. Kita tidak dianjurkan untuk mempergunakan alasan tidak kreatif sebagai celah untuk tidak melakukan apa-apa. Dengan otak, nalar, ketrampilan, kemampuan dan berbagai talenta khusus yang sudah disediakan Tuhan kepada kita, sudah seharusnya kita bisa berpikir kreatif dalam melakukan sesuatu. Tuhan adalah sosok yang sangat kreatif, dan manusia dikatakan diciptakan menurut gambar dan rupaNya. Maka itu artinyakreatifitas sejatinya merupakan bagian dari manusia.

Dari proses penciptaan alam semesta beserta isinya kita bisa melihat kreativitas Tuhan dalam mengisi alam ini.  Jutaan jenis binatang dari berbagai spesies, jenis-jenis tanaman yang berbeda-beda di berbagai belahan bumi, atau yang juga sederhana dan bisa kita lihat setiap saat, perhatikanlah wajah manusia yangtidak pernah sama persis meski kembar sekalipun. Komponen pengisi muka boleh sama, namun tidak akan ada yang pernah sama persis hasilnya. Lalu kemudian kita bisa melihat pula bagaimana kreatifnya Tuhan memberikan jawaban bagi berbagai permasalahan hidup manusia. Sebagai contoh saja kita bisa melihat kreativitas Tuhan dalam membantu umat Israel dari Mesir menuju tanah Kanaan yang subur. Tuhan memberi Tiang awan, tiang api, manna, daging dari burung puyuh, membelah Laut Teberau dan seterusnya. Ini semua memperlihatkan kreativitas tinggi Tuhan dalam memberi solusi  bagi manusia.

Yesus dalam pelayananNya di dunia pun banyak menggunakan metode kreatif. Dalam misi pelayananNya Yesus banyak menggunakan perumpamaan, berdiskusi, tanya jawab, menyembuhkan bahkan membangkitkan, memberi contoh keteladanan, dan seterusnya. Yesus tidak pernah monoton dalam pelayananNya. Sehubungan dengan diciptakannya manusia sebagai sosok yang istimewa, yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sendiri, sudah selayaknya kita pun mewarisi kreativitas ini. Alangkah ironisnya jika kita terlalu malas untuk mempergunakan sisi-sisi kreativitas yang telah Dia sediakan bagi kita. Dari mana kita tahu bahwa Tuhan menuntut kita juga untuk menjadi manusia-manusia kreatif? Kita bisa melihatnya dalam kitab Kejadian.

Sebelum proses pembentukan Hawa, Tuhan terlebih dahulu membentuk segala binatang hutan dan burung-burung. Dan semua ini dibawa kepada Adam untuk ia beri nama. "Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu." (Kejadian 2:19). Dengan kata lain, Tuhan ingin melihat bagaimana kreativitas manusia untuk menamainya. Jika kita mundur beberapa ayat sebelumnya, Tuhan juga menempatkan Adam di taman Eden bukan untuk berleha-leha dan bersantai, tapi untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. "TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu." (ay 15).

Perhatikan kata mengusahakan dan memelihara. Manusia bukan saja ditugaskan untuk memelihara kelestarian lingkungan, tapi juga mengembangkan apa yang sudah ada untuk menjadi lebih baik lagi. Ini membutuhkan proses kreatif. Memaksimalkan, mengembangkan dan menciptakan inovasi atau kreasi baru menuju suatu kehidupan yang lebih baik melalui segala sesuatu yang telah disediakan Tuhan. Itu yang harus dilakukan manusia, bukan sebaliknya merusak alam dengan segala isinya.


Kreativitas ada di dalam diri setiap orang. Tapi tidak semua orang mau mempergunakannya. Sebagian orang terlalu malas untuk mengolah kreativitas yang ada di dalam mereka. Kemalasan tidak akan pernah bisa membawa orang mengalami peningkatan dalam hidupnya. Yang ada malah keruntuhan, seperti apa yang dikatakan Pengkotbah. "Oleh karena kemalasan runtuhlah atap, dan oleh karena kelambanan tangan bocorlah rumah." (Pengkotbah 10:18). Semua yang disediakan Tuhan di dunia ini bagi kita hendaklah dikelola dengan baik, dipelihara, dijaga dan dikembangkan untuk kebaikan kita semua. Agar kita tetap bisa bertumbuh dan mengalami peningkatan, tetaplah rajin bekerja, dan kreatiflah dalam setiap yang anda usahakan. Tuhan akan selalu melihat bagaimana usaha kita, apakah kita selalu berusaha melakukan yang terbaik atau tidak, sebelum Tuhan mempercayakan perkara-perkara yang lebih besar lagi.  Tuhan mengharapkan manusia agar selalu berpikir kreatif dalam bekerja.

Berkreasi, menbaca/mendengar kata ini tentu yang muncul dibenak kita adalah, "AKTIVITAS YANG KHAS/BEDA DARI YANG LAIN".



Allah meminta kita untuk menilai diri kita sebelum kita menilai orang lain.

Sangat mudah untuk melihat kesalahan kecil dalam diri orang lain sementara kita melewatkan masalah besar dalam kehidupan kita sendiri. Sungguh ironis bahwa orang dengan masalah yang lebih besar memiliki nyali untuk mengkritik yang lain.
Otokritik membuat kita melihat kedalam diri kita sebelum mengktitik orang lain. Ketika kita mengenali dosa di dalam diri kita, kritik kita tentang dosa orang lain dengan cepat meluruh.
Daud berdoa supaya Allah akan memberinya “hati yang bersih.” Dia menulis Mazmur 51 setelah kejatuhannya kedalam dosa terhadap Batsyeba dan pembunuhan terhadap suaminya.
“Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.”Mazmur 51:15.



DIRGAHAYU KE 67 GERAKAN MAHASISWA KRISTEN INDONESIA (GMKI)
SEMAKIN JAYALAH DALAM BERPELAYANAN JUGA DALAN BERKEGIATAN TERLEBIH DALAM PENGKADERAN. BERKREASILAH SELALU DEMI KEMAJUAN BANGSA INDONESIA

"BERDAMAILAH DENGAN SEMUA CIPTAAN"


TINGGI IMAN ILMU PENGABDIAN, UT OMNES UNUM SINT
SHALOM

Selasa, 18 Oktober 2016

BENDAHARA GMKI KOMISARIAT FT UNIMED MB 2015-2016, NIKITA SIBARANI, Amd WISUDA HARI INI

“Sungguh, Hasil tak akan pernah Menghianati Proses”

 Display Picture Wisuda Bendahara (NIKITA SIBARANI, Amd)

Selamat wisuda, Benkom GMKI FT Unimed, NIKITA SIBARANI, Amd
Selamat menempuh hidup yang lebih menantang. Seperti foto atau gambar, ia akan menghasilkan rekaman-rekaman terbaik dari setiap usaha belajarmu. Teruslah belajar, teruslah menginspirasi dan teruslah menjadi sosok yang rendah hati. Selamat wisuda, sungguh saya sebagai teman akrabmu sangat bersyukur dan bangga. Sesungguhnya ada beda antara orang yang berimu dan tidak berilmu. Dan saat ini, kamu telah memasuki dunia baru pengemban amanah ilmu. Di hari yang cerah ini, semoga ilmu yang telah kau tuntut selama ini menjadi sumber berkat baru sendiri bagi dirimu, keluargamu dan terlebih kepada medan pelayanan kita.  Melalui pena-pena, kembangkanlah imaginasi pikiranmu dari generasi ke generasi. Semoga dirimu mampu membuktikan menjadi mahasiswa yang berkualitas. Mahasiwa yang menjadi agen of change, social controlle dan iron stock kamu akan buktikan di dunia nyata.
Lihatlah ke depan, dunia membutuhkan pemimpin sepertimu. Engkau pasti bisa melewati batas-batas geografismu menuju pemimpin dunia yang lebih baik. Mengabdilah dan menjadilah manusia yang tulus karena hanya yang tuluslah yang bisa memberikan keikhlasan.
Kini, kau telah menginjak sebuah perubahan besar untuk menjadi akademisi sejati, pembela kebenaran dan penanggung jawab keilmuan. Dibahu tertahan sebuah harapan akan masa depan generasi-generasi yang cerah dan berpandangan masa depan.
Selamat wisuda, Benkom....
Kini saatnya kamu menjadi pelaku utama dalam arus peradaban bangsa.

 “Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya. Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.” 
(2 Tawarikh 26:4-5)

"Yesus adalah Kesuksesan, untuk mencapai keberhasilan, carilah YESUS"

Tinggi Iman, Ilmu dan Pengabdianmu...



Ut Omnes Unum Sint...
Shalom




(Dari: Ketua dan Segenap Civitas Komisariat kita)


Rabu, 14 September 2016

Melayani-melayani Lebih Sungguh


Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." Roma 12:11



Foto edisi bersama Senior, Kakanda Anitha Emma Sihombing, S.Pd

Di hari-hari ini banyak orang percaya yang mengalami kesuaman terhadap perkara-perkara rohani. Salah satu contohnya adalah dalam hal pelayanan atau melayani pekerjaan Tuhan. Awal-awalnya kita begitu antusias dan menggebu-gebu melayani Tuhan, lambat laun semangat itu luntur dan kerajinan kita pun mulai kendor. Banyak hal yang menjadi penyebabnya, di antaranya: kecewa dengan hamba Tuhan atau rekan sepelayanan, merasa kurang dihargai, rasa malas, capai ada masalah berat atau kita mulai disibukkan deng-an pekerjaan, hobi dan aktivitas-aktivitas luar lainnya.
Bagaimana kita? Janganlah goyah saat kita menghadapi berbagai pencobaan yang ada. Kalau kita menyerah kalah pada keadaan, Iblis akan bersorak sorai mentertawakan kita. Ketahuilah: tidak ada kemuliaan tanpa salib, tidak ada kemenangan tanpa perjuangan. Mari kita menjaga komitmen untuk melayani Tuhan sampai akhir hidup kita.


Semakin kita setia melayani Tuhan, semakin kita dipercaya olehNya untuk melakukan perkara-perkara besar, walaupun kita harus mengawalinya dari perkara-perkara kecil!


Tinggi Iman-Ilmu-Pengabdian
Ut Omnes Unum Sint


Dari: Civitas GMKI FT-Unimed

Senin, 12 September 2016

RENUNGAN PAGI- 1 KORINTUS 12:12, "Kalian semua adalah tubuh Kristus, dan masing-masing anggotanya."




Belajar dan berdiskusi-Civitas GMKI FT-Unimed

Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus

(1 Korintus 12:12-14.27-31a)
 
"Kalian semua adalah tubuh Kristus, dan masing-masing anggotanya."
Saudara-saudara, sebagaimana tubuh itu satu, meskipun anggotanya banyak, dan semua anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh saja, demikian pula Kristus. Sebab kita semua telah dibaptis dalam satu Roh menjadi satu tubuh, dan juga diberi minum dari satu Roh, entah kita orang Yahudi, entah bukan Yahudi, entah budak, entah orang merdeka. Sebab tubuh tidak terdiri atas satu anggota saja, tetapi atas banyak anggota. Kalian semua adalah tubuh Kristus, dan masing-masing adalah anggotanya. Dan Allah telah menentukan beberapa orang di dalam jemaat; pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya Ia menentukan mereka yang mendapat kurnia untuk mengadakan mukjizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berbicara dalam bahasa roh. Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah semua mendapat karunia untuk mengadakan mukjizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berbicara dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh? Maka berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang utama.
Demikianlah sabda Tuhan
Yesus mudah tergerak oleh belas kasihan. Ia tahu apa yang sungguh dibutuhkan oleh janda itu. Ia tidak hanya menghiburnya, tetapi juga membangkitkan anaknya. 

SANG KEPALA GERAKAN MEMBERKATI..
SALAM TRIPANJI..
Ut Omnes Unum Sint
#renunganpagi