Kamis, 12 Maret 2015

Gerakan dan Tulisan

Tulisan ini muncul berawal dari perenungan mendalam tentang pencarian sebuah arti "Gerakan" dan yang "Menggerakkan" lalu dibumbui dengan sebuah  pemaknaan akan arti "menulis" dalam artian menuliskan tentang sesuatu yang terlintas di fikiran.

Pada awalnya penulis berkesimpulan bahwa "Gerakan" itu muncul akibat dari kekuatan seorang individu yang mampu mengorganisir beberapa orang untuk melakukan sesuatu.

Di jaman sekarang, sering sekali kita menemukan orang-orang yang percaya tentang sebuah "kehebatan individual". Orang ini selalu bersifat menjadi yang paling heroik (dalam dialektikanya) dan berpendapat bahwa dialah yang memperdaya orang-orang yang bergerak tersebut.

Mental yang seperti ini akan memunculkan sebuah "kekecewaan" yang berakhir pada sebuah kegagalan sebuah gerakan tersebut. Kegagalan itu muncul akibat orang-orang yang sedari awalnya telah sadar kenapa harus bergerak ternyata diracuni oleh kekuatan sebuah dialektika yang membawa kedalam sebuah kesimpulan bahwa gerakan itu terjadi hanya karena ada seorang "Individu" yang bersifat berke-"Pentingan" semata.

Sebuah gerakan ada karena sebuah "ide". "Ide" yang mampu membuat individu tergerak. Menurut manusia di jaman modern saat ini yang sudah banyak berfikir "materialistis", "Ide" itu sangat tergantung kepada orang yang menyampaikannya. Ketika orangnya tidak tepat, maka ide itu tidak akan berjalan, namun ketika ada orang lain yang dianggap "Ideal" menyampaikan ide yang sama persis, ada kemungkinan gerakan yang muncul akan lebih berdampak positif, atau lebih menggerakkan.

Hal ini menguatkan pendapat Plato yang mengatakan bahwa "Idea" itu citra pokok dan perdana dari realitas, nonmaterial, abadi, dan tidak berubah. Idea sudah ada dan berdiri sendiri di luar pemikiran kita. Idea-idea ini saling berkaitan satu dengan yang lainnya.

Lalu pertanyaan yang muncul, "Siapakah yang menciptakan ide itu?"

Jika pendapat Plato benar, lalu akan muncullah pertanyaan di atas. Dikatakan Plato bahwa ide itu non-material yang tidak bisa diraba dan dilihat tetapi dapat dirasakan dan diterima oleh semua manusia.

Hal selanjutnya yang muncul adalah "Dimanakah ide itu dapat ditemukan?"

Untuk menjawab pertanyaan kedua, penulis akan menjawabnya dalam sebuah bentuk sebuah cerita yang mungkin bisa mengarahkan kita kembali ke judul dari tulisan ini.

Ide seorang Scorates tidak akan dikenal/diketahui oleh generasi saat ini kalau tidak dituliskan oleh muridnya Plato dalam setiap bukunya yang berpola dialog. Dan Ide seorang Plato, Aristoteles, Karl Marx, Friedrich Engels, Tan Malaka dan Soekarno tidak akan dikenal jika mereka tidak menuliskannya.

Nama seseorang akan abadi bersama dengan tulisannya. Seperti Plato (Surat VII) berpendapat bahwa : Pena dan tinta membekukan pemikiran sejati yang ditulis dalam huruf-huruf yang membisu.

Manusia bisa saja habis menyatu dengan alamnya, namun "Ide" manusia akan selalu abadi. Seperti kata Tan Malaka "“Dari dalam kubur, suaraku akan lebih keras". Namu apakah suara Tan Malaka akan nyarng terdengar oleh pemuda saat ini jika dia tidak menuliskannya? Sepertinya tidak.

Jika "Ide" adalah seperti yang didefenisikan oleh Plato, maka letak kekuatan manusia adalah ada pada cara dia menuliskan ide itu, sehingga ide itu akan dikenal melalui orang yang menuliskannya dan orang itu akan dikenal melalui ide nya. Kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Kekuatan sebuah tulisan lebih kuat dari sekedar fisik orang yang menulisnya, ide akan menjadi sebuah isapan jempol belaka jika tidak dituliskan. Dalam konsep sebuah gerakan, "Ide" adalah sangat berperan penting.

Tulisan dijaman yang jauh berabad-abad dari masa sekarang ini mampu menggerakkan individu-individu di jaman ini dan masa-masa mendatang.

Dalam tulisan sederhana ini, penulis mengambil judul "Gerakan dan Tulisan", hal ini tentu setelah melalui proses pemikiran yang mendalam untuk menjelaskan kesimpulan mengapa "Anak Gerakan Perlu Menulis". Ini hanyalah sebuah stimulus agar kedepannya kita menyadari betul arti pentingnya menuliskan "Ide", sementara nama-nama yang tercantum diatas hanyalah sebagai contoh orang-orang yang dikenal masa sekarang ini dari tulisannya, sementara untuk ide/gagasan mereka pastinya kita masih perlu sama-sama mendalaminya.


Oleh : Benardo Sinambela​ (Ketua PK GMKI FT-UNIMED M.B 2013-2014)

Sabtu, 21 Februari 2015

GMKI FT -UNIMED-Siraman Rohani


Renungan
SEBAGAI SATU TINDAKAN KEMAUAN, SAUDARA DAPAT MENERIMA KRISTUS SEKARANG JUGA DENGAN DOA BERDASARKAN IMAN.
(Doa adalah percakapan dengan Tuhan)

Bedoalah dengan kata-kata saudara sendiri. Tuhan Allah mengetahui isi hati saudara dan tidak bergantung pada kata-kata saudara.
Berikut ini adalah satu saran doa :

" Tuhan Yesus, aku memerlukan Engkau. aku membuka pintu hatiku dan menerima Engkau sebagai Juruselamat dan Tuhanku. Terima kasih, karena Tuhan telah mengampuni dosa-dosaku. Kuasailah tahta hatiku, Bentuklah aku menjati seorang pribadi yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Amin."

Apakah doa ini menyatakan keinginan hati saudara ? 
Kalau saudara berdoa dengan iman dan mengundang Kristus untuk menguasai hidup saudara, apakah yang akan terjadi?

Jika demikian, ucapkanlah doa ini sekarang juga, maka Kristus akan masuk ke dalam hati saudara dan hidup saudara sebagaimana telah dijanjikanNya.

BAGAIMANA  SAUDARA DAPAT MENGETAHUI BAHWA KRISTUS TELAH BERADA DI DALAM HATI SAUDARA :

Apakah saudara telah mengundang Kristus masuk ke dalam hati saudara pada waktu saudara berdoa? 
Kalau demikian sesuai dengan janjiNya dalam ( Wahyu 3:20) , di manakah Dia sekarang? 
Kristus berjanji bahwa Ia akan masuk ke dalam hidup saudara ketika saudara mengundangNya secara pribadi dalam doa saudara. Mungkinkah Dia menepati janjiNya?
Bagaimana saudara mengetahui bahwa Ia menjawab doa saudara? ( Karena Allah senantiasa setia pada janji-janji dalam FirmanNya.)

ALLAH MENGARUNIAKAN HIDUP YANG KEKAL KEPADA SEMUA ORANG YANG MENERIMA KRISTUS :

"Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam AnakNya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semua itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal".
(1 Yohanes 5:11-13 )
Bersyukurlah senantiasa, bahwa Kristus ada di dalam hidup saudara dan bahwa Dia tidak pernah meninggalkan saudara ( Ibrani 13:5 ). Saudara dapat mengetahui bahwa Kristus tinggal di dalam hati saudara, dan bahwa sejak saudara mengundang Dia berdasarkan iman saudara kepada janjiNya, saudara menerima hidup yang kekal. Dia tidak akan mengecewakan saudara.

SEJAK SAUDARA MENERIMA KRISTUS, BANYAK HAL TELAH TERJADI DALAM KEHIDUPAN SAUDARA, TERMASUK :

1Tuhan Yesus yang diwakili oleh Roh Kudus telah berada di dalam hati saudara
     (Wahyu 3:20; Efesus 1:13,14; Roma 8:14-17.)
2Dosa-dosa saudara telah diampuni
     (Kol. 1:13,14; 1 Yohanes  1:9.)
3Saudara telah menjadi seorang anak Tuhan
     (Yohanes 1:12; Roma 8:15,15.)
4 Saudara telah memulai perjalanan hidup yang sesuai dengan rencana Allah bagi hidup
     saudara ( Efesus 2:10, II Kor. 5:17.)

Dengan demikian, menerima Kristus merupakan pengalaman yang lebih indah dari pada pengalaman-pengalaman lain yang mana dalam hidup saudara. maukah saudara berdoa untuk menyatakan terika kasih kepadaNya.?
sekarang bagaimana selanjutnya?

SARAN-SARAN UNTUK PERTUMBUHAN ROHANI

T. Tiap-tiap hari hendaknya saudara ke hadirat Tuhan di dalam doa.     ( Yohanes 15:7)

U. Usahakanlah membaca Alkitab setiap hari --Saudara dapat memulai dari Injil Yohanes
    ( Kisah 17:11.)
M. Mintalah kepada Tuhan supaya saudara dapat menaati apa yang saudara baca dari
     Alkitab. (Yohanes 14:21)
B. Biasakan diri untuk bersaksi tentang kristus kepada orang lain.
    ( Matius 4:19; Yohanes 15:8.)
U. Usahakanlah untuk mempercayakan setiap kehidupan saudara kepada Tuhan.
    Dengan demikian, maka saudara dapat mengalami kehidupan yang penuh kelimpahan itu
    hari lepas hari. ( I Petrus 5:7.)
H. Hendaklah saudara membiarkan Roh Kudus menguasai hidup dan kesaksian
    saudara sehari-hari.

Demikian Semoga Renungan ini bermanfaat bagi saudara.


Ut Omnes Unum Sint

Salam Persaudaraan 
PK GMKI FT-UNIMED

GMKI FT-UNIMED-Bidang ORKOM (ARAH, SASARAN DAN POLA IMPLEMENTASI)



ARAH, SASARAN DAN POLA IMPLEMENTASI



  • ARAH
  1. Menata organisasi yang memampukan organisasi untuk menjalankan tugas panggilan dan pelayananyasecara efektif dan konstekstual.
  2. Menjalin komunikasi yang inovatif dan kreatif demi kelancaran tuggs-tugs pelayanan.
  3. Meningkatkan kemampuan dan pemahaman organisasi GMKI.
  4. Pengoptimalan Fasilitas dan sarana penunjang orgaanisasi dalam memperlancar tugas dan pelayananya.
  5. Meningkatkan pemahaman anggota mengenai tugas dan tanggungjawabnya secara konstitusional.
  6. Memanfaatkan perkembangan media sosial sebagai penyampai informasi dan pelayanan GMKI FT-UNIMED terkait isu-isu yang berkembang.

  • SASARAN
  1. Terciptanya tata organisasi yang baik.
  2. Terciptanya media komunikasi yang partisipatif dan komunikatif.
  3. Peningkatan pemahaman organisasi agar dapat menjalankan organisasi dalam keseharianya.
  4. Anggota memahami tugas dan tanggungjawabnya sebagai anggota GMKI.
  5. Adanya informasi yang up to date terkait isu-isu yang berkembang.
  6. Meningkatkan ikatan yang emosional anatara anggota dengan anggota, anggota dengan PK dan PK dengan PK.
  • POLA IMPLEMENTASI
  1. Membuat tata organisasi yang komunikatif dan efektif.
  2. Membuat media komunikasi yang efektif, imperatif dan dan inovatif.
  3. Melakukan diskusi-diskusi tentang norganisasi.
  4. Pendataan anggota yang akurat.
  5. Membuat program berupa shering condition dan refleksi sebagai media untuk mengetahui kondisi anggota dan pengurus komisariat.
  6. Memaksimalkan media sosial GMKIFT-UNIMED sebagaio media interaksi sesama anggota dan sebagai media penyampai informasi kepada seluruh civitas G,KI FT-UNIMED.
  7. Terciptanya hubungan emosional yang baik anatara anggota dengan anggota, anggoata dengan pengurus komisariat dan pengurus komisariat dengan pengurus komisariat.

Tinggi Iman
Tinggi Ilmu
Tinggi Pengabdian




Ut Omnes Unum Sint

Syalom.......

PK GMKI Komisariat FT-UNIMED MB 2014/2015
Bernata Manalu (Wakil Sekrataris Bidang Organisasi dan Komunikasi
)


Salam Persaudaraan.....

Selasa, 23 Desember 2014

Sejarah, Tanggal Pembentukan dan Perkembangan GMKI KOMISARIAT FT-UNIMED

Suasana RAKOM 23-24 Maret 2013
1. SEJARAH GMKI KOMISARIAT FT-UNIMED

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Komisariat Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Medan (UNIMED) selanjutnya disebut GMKI FT-UNIMED merupakan salah satu komisariat dibawah koordinasi GMKI Cabang Medan.GMKI FT-UNIMED sendiri telah ada sebelumnya menurut keterangan yang dihimpun dari berbagai sumber (senior friends/member dan BPC GMKI Cabang Medan M.B 2011-2013) tetapi seiring dengan berjalannya waktu GMKI FT-UNIMED telah mengalami kondisi stagnan sehingga mengakibatkan GMKI FT-UNIMED di Caretaker pada tahun 2005.Pada tahun 2012 tepatnya bulan Oktober beberapa anggota GMKI Cabang Medan yang berada di Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan berkumpul di PKM GMKI Cabang Medan dan berdiskusi terkait pelayanan GMKI di Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan, kemudian pertemuan tersebut sepakat untuk mebentuk/menghidupkan kembali GMKI Komisariat FT-UNIMED.

Tindak lanjut dari petemuan diatas maka beberapa mahasiswa tersebut yang di koordinatori saudara BENARDO SINAMBELA melakukan diskusi-diskusi dan melengkapi administrasi sesuai dengan amanat konstitusi dimana disebutkan bahwa syarat mendirikan komisariat adalah adanya usulan permohonan pembentukan komisariat dari 15 orang anggota yang ada di Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan (SC pasal 14 ayat 2). Dengan dinamika dan proses panjang maka amanat konstitusi tersebut terpenuhi dalam waktu 3 (tiga) bulan, dan dengan demikian, pada bulan Januari 2013 secara resmi Pengurus Caretaker terbentuk yang bertugas untuk mempersiapkan RAKOM GMKI FT-UNIMED Tahun 2013.Pada Tanggal 23-24 Maret 2013 bertempat di Ruang Sidang GMKI Cabang Medan, GMKI FT-UNIMED secara resmi melaksanakan Rapat Anggota Komisariat (RAKOM) pertama dan secara langsung GMKI FT-UNIMED mendapat legitimasi (dasar hukum) menjadi salah satu komisariat di GMKI Cabang Medan. Kemudian RAKOM GMKI FT-UNIMED 2013 melahirkan beberapa keputusan penting, diantaranya adalah telah terpilih secara langsung Pj. Pengurus Komisariat masa bakti 2013-2014 dimana saudara BENARDO SINAMBELA dan saudara ALDION EGA TAMPUBOLON masing-masing terpilih sebagai KETUA dan SEKRETARIS.


2. TANGGAL PEMBENTUKAN GMKI KOMISARIAT FT-UNIMED


Dengan berlandaskan pada penjelasan diatas dan pelaksanaan RAKOM pertama paska pembentukan kembali GMKI FT-UNIMED, maka telah disepakati bahwa GMKI FT-UNIMED berdiri pada tanggal bertepatan pada hari pertama pelaksanaan RAKOM 2013 yaitu Tanggal 23 Maret 2013.


3. PERKEMBANGAN GMKI KOMISARIAT FT-UNIMED


Saat ini (2014) GMKI KOMISARIAT FT-UNIMED telah beregenerasi kepengurusan sebanyak dua kali keperiodean. Pada RAKOM Tahun 2014 GMKI KOMISARIAT FT-UNIMED yang diselenggarakan pada hari Jumat-Minggu tanggal 09-11 April bertempat di Gedung Pertemuan Kesusteran Santa Anna Medan telah terpilih Pj. Pengurus Komisariat Masa Bakti 2014-2015 yaitu saudara JACOB PRASSAMI PAKPAHAN dan saudara HOLONG GANDA PUTRA SARAGIH masing-masing sebagai KETUA dan SEKRETARIS.Sebagai wujud dari pelayanan GMKI di internal kampus, maka beberapa anggota GMKI yang berada dibawah koordinasi PK GMKI KOMISARIAT FT-UNIMED telah mengambil bagian dalam organisasi politik intra kampus. Aadapun anggota tersebut adalah sebagai berikut :


1. Benardo Sinambela (Departemen Seni dan Budaya SEMA UNIMED Periode 2011-2012)
2. Roni Andri Sitinjak (Ketua Umum SEMA FT UNIMED Periode 2012-2013)
3. Juhardi M. Limbong (Sekretaris Umum SEMA FT UNIMED Periode 2012-2013)
4. Sugeng Sirait (Ketua Umum BPM FT UNIMED Periode 2012-2013)
5. Jacob Pakpahan (Departemen Keilmuan dan Penalaran BPM FT UNIMED Periode 2012-2013 dan Departemen Keilmuan dan Penalaran SEMA FT UNIMED Periode 2013-2014)
6. Juni Ricardo Siahaan (Departemen Keilmuan dan Penalaran BPM FT UNIMED Periode 2013-2014)

Sejarah dan Perkembangan GMKI

Logo GMKI

Sejarah GMKI

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) adalah organisasi kemahasiswaan yang didirikan pada tanggal 9 Februari 1950. Namun Christelijke Studenten Vereeniging op Java (CSV) yang menjadi cikal bakal GMKI telah ada jauh sebelumnya dan berdiri sejak 28 Desember 1932 di KaliurangYogyakartaIndonesia.
Berdirinya CSV tidak terpisahkan dengan peranan Ir. C.L Van Doorn, seorang ahli kehutanan yang mempelajari aspek sosial dan ekonomi khususnya ilmu pertanian dan kemudian memperoleh doktor di bidang ekonomi serta sarjana di bidang teologi.
Dengan adanya mahasiswa di Indonesia dan bersamaan dengan berdirinya School tot Opleiding van Indishe Artsen (STOVIA) tahun 1910-1924 di Batavia. Selain itu, berdiri juga Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) di Surabaya (1913), Sekolah Teknik di Bandung (1920), Sekolah Kedokteran Hewan di Bogor (1914) dan Sekolah Hakim Tinggi di Jakarta (1924). Pada tahun 1924 terbentuklah Batavia CSV dan inilah cabang CSV yang pertama.
Kurun waktu 1925-1927 para mahasiswa di Surabaya yang tergabung dalam Jong Indie aktif melakukan penelaahan Alkitab. Kelompok ini bersama Batavia CSV mengadakan Konferensi di Kaliurang pada bulan Desember 1932. Pembicara-pembicara utama kegiatan tersebut adalah Dr. J. Leimena, Ir. C.L van Doorn dan Dr. Hendrik Kraemer. Selain itu, beberapa sumber menyebut bahwa Amir Sjarifuddin juga terlibat dalam CSV op Java.
Jumlah anggota CSV op Java dalam kurun waktu 1930-an sekitar 90 orang. Cabang-cabangnya baru ada di kota-kota perguruan tinggi di Jawa (Jakarta, Bogor, Bandung dan Surabaya). Walaupun kecil dan lemah namun keberadaan CSV op Java telah berhasil meletakkan dasar bagi pembinaan mahasiswa Kristen yang akan dilanjutkan GMKI di kemudian hari.
Sejumlah mahasiswa kedokteran dan hukum di Jakarta memutuskan untuk membentuk suatu organisasi mahasiswa Kristen. Organisasi itu untuk menggantikan CSV op Java yang sudah tidak ada. Dalam pertemuan di STT Jakarta tahun 1945, dibentuk Perhimpunan Mahasiswa Kristen Indonesia (PMKI) dengan maksud keberadaannya sebagai Pengurus Pusat PMKI. Dengan demikian Dr. J. Leimena dipilih sebagai Ketua Umum dan Dr. O.E Engelen sebagai Sekretaris Jenderal. Tetapi karena Leimena sibuk dengan tugas-tugas sebagai Menteri Muda Kesehatan, tugas-tugasnya diserahkan kepada Dr. Engelen.
Kegiatan-kegiatan PMKI tidak jauh berbeda dengan CSV op Java dengan Penelahaan Alkitab salah satu inti kegiatannya. Keanggotaan PMKI sebagian besar adalah mahasiswa yang memihak pada perjuangan kemerdekaan. Terbentuklah PMKI diBandungBogorSurabaya dan Yogyakarta (setelah UGM berdiri) segera menyusul.
Tak lama setelah PMKI lahir, awal tahun 1946 muncul organisasi baru dengan menggunakan CSV di Bogor, Bandung dan Surabaya dengan “CSV yang baru” dan tidak menjadi tandingan PMKI. Kesamaan kedua organisasi ini adalah merealisasikan persekutuan iman dalam Yesus Kristus dan menjadi saksi Kristus dalam dunia mahasiswa.
Masuknya Jepang ke Indonesia mengakhiri eksistensi CSV op Java secara struktural dan organisatoris. Pemerintah pendudukan Jepang melarang sama semua kegiatan-kegiatan organisasi yang dibentuk pada zaman Belanda. Secara prakatis CSV op Java tidak ada lagi sejak tahun 1942. Sepanjang sejarahnya, CSV op Java dipimpin oleh Ketua Umumnya Dr. J. Leimena (1932-1936) serta Mr. Khouw (1936-1939). Sedangkan sekretaris (full time) dijalankan Ir. C.L Van Doorn (1932-1936).
Dengan berakhirnya pertikaian Indonesia dengan Belanda, tahun 1949 berakhir pula “pertentangan” antara PMKI dengan CSV baru tersebut. Tanggal 9 Februari 1950 di kediaman Dr. J. Leimena di Jl. Teuku Umar No. 36 Jakarta, wakil-wakil PMKI dan CSV baru hadir dalam pertemuan tersebut. Maka lahirlah kesepakatan yang menyatakan bahwa PMKI dan CSV baru untuk meleburkan diri dalam suatu organisasi yang dinamakan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan mengangkat Dr. J. Leimena sebagai Ketua Umum hingga diadakan kongres. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan sangat penting dan suatu moment awal perjuangan mahasiswa Kristen yang tergabung dalam GMKI maka pada kesempatan itu Dr. J. Leimena menyampaikan pesan penting yang mengatakan:
"Tindakan ini adalah suatu tindakan historis bagi dunia mahasiswa umumnya dan masyarakat Kristen pada khususnya. GMKI menjadilah pelopor dari semua kebaktian yang akan dan mungkin harus dilakukan di Indonesia. GMKImenjadilah suatu pusat sekolah latihan (leershool) dari orang-orang yang mau bertanggungjawab atas segala sesuatu yang mengenai kepentingan dan kebaikan negara dan bangsa Indonesia. GMKI bukanlah merupakan Gesellschaft, melainkan ia adalah suatu Gemeinschaft, persekutuan dalam Kristus Tuhannya. Dengan demikian ia berakar baik dalam gereja, maupun dalam Nusa dan Bangsa Indonesia. Sebagai bagian dari iman dan roh, ia berdiri di tengah dua proklamasi: Proklamasi Kemerdekaan Nasional dan Proklamasi Tuhan Yesus Kristus dengan Injilnya, ialah Injil Kehidupan, Kematian dan Kebangkitan"
GMKI kemudian berkembang dengan berdirinya cabang-cabang GMKI di berbagai wilayah Indonesia. Dalam transisi kepemimpinan nasional di era Ode Lama, Orde Baru, era Reformasi dan pada masa kini, GMKI mencoba memainkan perannya sebagai wujud semangat nasionalisme dan ekumenisme.
Perubahan-perubahan tatanan organisasi baik berupa AD/ART mengalami berbagai penyempuranaan, tantangan dan pergumulan GMKI yang tertuang dalam Tema dan Sub tema dan senantiasa berubah setiap Kongres ke Kongres sesuai kondisi dan pandangan GMKI ke depan, perbaikan dan penyempurnaan sistim pendidikan kader yang tertuang dalam Pola Dasar Sistim Pendidikan Kader (PDSPK) serta format aksi pelayanan yang senantiasi dievaluasi sebagai wujud partisipasi GMKI dalam bidang eksternalnya.
Ketika di awalnya GMKI tumbuh dari kelompok-kelompok doa dan diskusi-diskusi hingga akhirnya membentuk suatu organisasi kemahasiswaan yang permanen. Kedua semangat diatas telah membawa sejarah GMKI menjadi salah satu kekuatan gerakan pro-demokrasi dalam mewujudkan nilai-nilai demokrasi, penegakan hukum dan hak asasi manusia.

Perkembangan GMKI

Saat ini, GMKI memiliki 72 cabang yang tersebar di kota-kota perguruan tinggi di berbagai provinsi di Indonesia. GMKI merupakan tempat persiapan kader dengan kompetensi dalam iman, ilmu, kepemimpinan dan kepekaan sosial yang dapat diaplikasikan dalam tiga medan pelayanannya yakni, gereja, perguruan tinggi dan masyarakat.
Dalam melakukan Pelayanannya, GMKI membangun kerjasama dengan beberapa institusi seperti Gereja, Universitas, LSM, MEDIA, aktif dalam Kelompok Cipayung (GMKI,GMNIPMKRIHMIPMII) dan FKPI (Forum Kebangsaan Pemuda Indonesia) dengan berbagai program kerjasama. GMKI juga berafiliasi dengan Federasi Mahasiswa Kristen se-Dunia (WSCF) dan saat ini membangun jaringan dengan Perkumpulan Organisasi Kristen dalam bidang Sosial se-Asia (ACISCA).

Sumber : Wikipedia

Selasa, 09 Desember 2014

Bisakah Presiden RI Bubarkan Parlemen?

Situasi Diskusi Tematis GMKI Komisariat FT-UNIMED

Diskusi Tematis DPR-RI Gaduh

Medan, (Analisa). Banyak pendapat atau pandangan bermunculan atas kegaduhan di DPR-RI sehingga Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan Komisariat Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan melaksanakan kegiatan diskusi tematis “DPR-RI Gaduh! Bisakah Presiden RI Bubarkan Parlemen?” baru-baru ini yang dihadiri ± 50 orang mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus yang berada di Kota Medan seperti USU, Unimed, UHN Medan, Unika St Thomas Medan, Intitute Teknologi Medan dan Universitas Darma Agung Medan.

Pembicara dalam diskusi ini adalah saudara Ranto Sibarani, AMd, SH yang juga merupakan senior member GMKI dan Koordinator FORSDEM (Forum Organisasi Non Pemerintah Sumatera Utara untuk Demokrasi).

Dengan melihat konflik yang saat ini terjadi di internal DPR-RI secara langsung dan terang-terangan telah memberikan penjelasan kepada kita bahwa wakil-wakil rakyat yang saat ini duduk di senayan tidak lagi memperjuangkan kepentingan rakyat, tetapi saat ini mereka telah mempertontonkan keserakahan mereka dengan rebutan kursi pimpinan DPR-RI dan mereka dulu yang dipilih rakyat telah berubah menjadi pejuang kepentingan koalisi dan partainya masing-masing.

Amandemen ke-4 UUD 1945 tidak memberikan ruang kepada Presiden RI untuk membubarkan Parlemen. Pada pasal 7c dikatakan bahwa presiden tidak memiliki wewenang untuk membubarkan DPR-RI.
Untuk membubarkan Parlemen, Presiden membutuhkan dukungan dari TNI/POLRI dan Masyarakat seperti halnya tahun 1959 Ir Sukarno berhasil membubarkan Konstituante karena dukungan penuh dari ABRI dan Masyarakat. Sesaat setelah Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit 5 Juli 1959 saat itu juga KASAD Kolonel AH Nasution mengeluarkan perintah harian untuk mengamankan Dekrit Presiden.

Secara konstitusi, presiden tidak memiliki wewenang untuk membubarkan parlemen, akan tetapi, dengan kekuatan dukungan penuh dari rakyat dan TNI/POLRI, maka diyakini presiden Jokowi mampu mengulangi kesuksesan Dekrit Presiden Sukarno 5 Juli 1959.

Setelah Pembubaran 

Langkah selanjutnya setelah pembubaran DPR-RI harus dilakukan Pileg dengan cara presiden mengeluarkan peraturan presiden pengganti undang-undang (PERPU) yang mengatur percepatan pelaksanaan pemilihan legislative.

Dampak dari kegaduhan/konflik politik di internal DPR-RI adalah yang pertama, tidak berjalannya fungsi-fungsi DPR yaitu pengawasan, penganggaran dan legislasi. Kedua, segala keputusan nantinya yang diputuskan DPR jadinya tidak sah atau inskonstitusional dikarenakan melanggar tatib DPR yang menyatakan bahwa keputusan sah apabila diikuti ½ n + 1 fraksi dan anggota fraksi.

Kelihatan saat ini, setelah kurang lebih 1 bulan DPR-RI dilantik, belum ada program Jokowi yang dikritisi/dipertanyakan oleh koalisi merah putih (KMP) atau koalisi Indonesia hebat (KIH). Dengan demikian, telah kelihatan jelas akibat dari konflik di internal DPR-RI bahwa DPR-RI hasil pemilu 9 April 2014 mandul.

Melakukan pemilihan legislative (Pileg) ulang adalah konstitusional dan menjadi harapan rakyat untuk mengatasi kebuntuan/konflik politik yang saat ini dialami di internal DPR-RI. Setelah pembubaran dan pemilihan legislative nantinya, rakyat akan kembali memutuskan dengan lebih hati-hati lagi untuk memilih siapa yang pantas duduk menjadi wakil rakyat dan mampu merefresentasikan kepentingan rakyat.
Pembubaran DPR-RI dan pelaksanaan pemilihan legislative ulang akan menjadi sejarah yang sangat luar biasa Indonesia dalam mencapai kedewasaan demokrasinya. Di samping itu juga, masyarakat akan memperoleh pembelajaran yang sangat berarti agar kedepannya masyarakat tidak a-politis lagi melainkan menjadi masyarakat yang aktif dan kristis ketika diperhadapkan dengan pemilu-pemili berikutnya.
Yang terjadi saat ini juga tidak terlepas dari kesalahan masyarakat yang selama ini tertidur panjang dan tidak pernah memberikan perhatian terhadap pentingnya pro-aktif dalam mengetahui situasi politik di sekitar kita.
Maka dengan membaca kesimpulan di atas, GMKI Medan menyatakan apabila DPR-RI masih terus berkonflik, GMKI Medan akan menyuarakan pembubaran DPR-RI dan melakukan pemilihan legislative kembali demi kepentingan/harga diri bangsa dan Negara. (rel/js)

Sumber : Harian Analisa 13 November 2014 Hal. 10

Minggu, 07 Desember 2014

Kata Bijak GMKI Komisariat FT-UNIMED

Berapa banyak SAUDARA kita ???
adalah sebanyak mata kita melihat dan kita mau menyapanya. 





Salam Persaudaraan,
(PK GMKI komisariat FT-UNIMED)

http://gmkiftunimed.blogspot.com/2014/12/kata-bijak-gmki-komisariat-ft-unimed.html