Kamis, 09 Juni 2016

PENGERTIAN DAN MANFAAT DISKUSI DALAM ORGANISASI



Diskusi adalah pertemuan ilmiah untuk bertukar fikiran, baik dalam kelompok kecil maupun besar, mengenai suatu masalah. Berdasarkan asal katanya, diskusi berasal bahasa Latin, discutio atau discusium, yang artinya 'bertukar pikiran'.

Jenis Diskusi

Menurut jenisnya, diskusi terdiri atas diskusi kelompok, diskusi panel, seminar, simposium, dan konferensi. Berikut ini penjelasan masing-masing.

1. Diskusi Kelompok adalah diskusi yang melibatkan beberapa orang dalam suatu kelompok yang membicarakan masalah khusus untuk dicari jalan keluarnya.
2. Diskusi Panel adalah diskusi yang terdiri atas seorang pemimpin, sejumlah peserta, dan beberapa pendengar. Dalam jenis ini tempat duduk diatur sedemikian rupa sehingga pendengar dapat mengikuti jalannya diskusi dengan baik. Setelah berlangsung tanya jawab antara pemimpin dan peserta, peserta dan pendengar, pemimpin merangkum hasil tanya jawab atau pembicaraan.
3. Seminar adalah pertemuan berkala yang diadakan oleh seseorang dalam rangka penyelesaian suatu tugas. Tujuannya untuk menemukan jalan keluar atas masalah yang muncul selama pengerjaan tugas itu.
4. Siposium adalah pertemuan ilmiah untuk mengetengahkan atau membandingkan berbagai pendapat atau sikap mengenai suatu masalah yang diajukan oleh panitia. Simposium juga dapat berarti diskusi yang berisikan serangkaian informasi yang akan di presentasikan oleh para pakar, dosen, peneliti, dan penentu kebijakan bidang tertentu.
5. Konferensi adalah pertemuan yang di selenggarakan oleh suatu organisai atau badan resmi sehubungan masalah tertentu.

Manfaat Diskusi

Pelaksanaan suatu diskusi memiliki beberapa manfaat, antara lain:

1. Meningkatkan kemampuan berfikir untuk mengatasi atau memecahkan masalah dalam suatu keterbukaan.
2. Menambah pengetahuan dan memperluas wawasan.
3. Melatih berfikir secara logis dalam menyampaikan argumentasi dalam diskusi.
4. Mengembangkan keberanian dan percaya diri dalam bebicara di depan forum diskusi.

Selasa, 07 Juni 2016

MAKNA REGENERASI DALAM ORGANISASI

Tidak diragukan lagi dalam suatu organisasi, unsur manusia merupakan unsur utama di luar unsur-unsur lainnya dalam manajemen. Dari Manusia lah unsur-unsur lain bersandar dan bergerak, maka ketika tiada resources berupa Manusia, maka proses administrasi dalam arti luas atau manajemen khususnya tidak berjalan.
Manusia sebagai figur sentral dalam manajemen, merupakan unsur yang harus dilestarikan atau dengan kata lain harus dijaga ketersediaannya, dalam hal ini ketersediaan dalam KUALITAS maupun dalam kuantitas. Banyak organisasi yang sebelumnya powerfull tiba-tiba kolaps dan mati ketika ketersediaan resourcces bernama manusia ini tidak terpenuhi. Banyak organisasi mampu bertahan dalam himpitan krisis moneter, suhu politik yang tidak bersahabat, atau tekanan dari pihak luar organisasi karena memiliki sistem kaderisasi yang baik.
Salah satu indikator sehatnya suatu organisasi adalah ketika terjadi peralihan generasi/regenerasi organisasi dapat berjalan seperti kondisi sebelumnya, bahkan lebih. Regenerasi dapat didefinisikan sebagai sutu perpindahan tongkat estafet dalam berorganisasi dari generasi yang lebih senior ke generasi yang lebih junior, dengan definisi senior dan junior sebagai peristilahan yang luas, bisa dari sisi usia, tahun masuk menjadi anggota dalam suatu organisasi dan lainnya). Sedangkan kaderisasi merupakan suatu usaha yang dirintis untuk mempersiapkan kader-kader penerus dalam suatu proses regenerasi. Dengan kata lain proses regenerasi merupakan suatu hal yang pasti terjadi bilamana suatu organisasi hendak dipertahankan, tanpa melihat lebih dalam kualitas dari orang-orang yang terlibat dalam proses regenerasi. Sedangkan kaderisasi cenderung kepada proses regenerasi yang telah direncanakan sebelumnya, utamanya dari sisi kualitas. Sistem Kaderisasi telah melihat hal-hal kedepan terkait dengan resouces yang ada di organisasi, pos-pos mana yang haus segera diisi dari kekosongan, termasuk didalamnya bagaimana mencetak kader-kader yang handal serta terampil dan berpengetahuan dalam menjalankan organisasi sesuai pos nya kelak. Regenerasi dan kaderisasi merupakan suatu term yang wajib dijadikan ingatan pertama dan utama bagi bagian yang mengelola resource sumber daya manusia. Padanyalah dipertaruhkan masa depan organisasi, keberlagnsungan atau hidup matinya.
Semoga bermanfaat


Salam TRIPANJI,,,
UOUS....

(Salam Persaudaraan : Ketua 3 Generasi GMKI FT UNIMED)

Jumat, 18 Maret 2016

Tertib Acara "Kebaktian dan Penelaahan Alkitab"-GMKI FTUnimed




A.     Pembukaan : Sambutan MC
Tertib PA :
- Menjaga Ketertiban Bersama
- Menjaga Kebersihan
- HP di non-aktifkan

B.     IBADAH
1.      SAAT TEDUH (singer bernyanyi “Kub’rikan Hidupku”)
Inilah rinduku kepadaMu
Segnap hatiku menyembahMu
Seluruh jiwaku memujiMu
Ku memujaMu ya Allahku
Kubrikan hatiku dan jiwaku
Semuanya bagiMu
Di dalam hidupku di setiap waktu
Nyatakan jalanMu

2.      Bernyanyi (keakraban) “Satukanlah”
Satukanlah hati kami tuk memujidan menyembah
oh Yesus Tuhan dan Rajaku
eratkanlah tali kasih di antara kami semua
oh Yesus Tuhan dan Rajaku
bergandengan tangan dalam satukasih
bergandengan tangan dalam satu iman
saling mengasihi di antara kami,
keluarga Kerajaan Allah

3.      Bernyanyi ”Betapa Baiknya Engkau Tuhan”
 Betapa baiknya Engkau Tuhan,
kasihMu tiada berkesudahan
betapa mulia kasihMu Yesus
jiwaku diselamatkan
hosana ku memuji Tuhan,
hosana kutinggikan Yesus
hosana, hosana, hosana!

4.      Doa Pembuka (oleh MC)
5.      Pengantar Tema (Responsoria per-kalimat)
MC: (“Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: ‘Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.’ “ Lukas 13:24)

Tuhan Yesus menyatakan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga bukanlah suatu hal yang mudah, butuh suatu perjuangan!. Ada saja orang Kristen yang beranggapan bahwa setelah ia menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi dan menerima anugerah keselamatan, ia bisa hidup dengan bebas merdeka. Akibatnya banyak yang menyalahgunakan kebebasan atas anugerah keselamatan yang telah diterima itu dengan hidup semaunya sendiri, toh nanti pasti selamat (pikirnya). Ingat, hidup kekristenan kita menjadi sia-sia bila tidak ada usaha untuk mengisi keselamatan yang telah diberikan Tuhan selama hidup di dunia ini.
Ayat nas di atas mengingatkan bahwa ada suatu yang harus dilakukan oleh orang percaya yaitu harus terus berjuang mengerjakan keselamatan tersebut. Ini juga disampaikan oleh Paulus kepada jemaat di Filipi, “karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,” (Filipi 2:12b). Kata berjuang’ mengindikasikan suatu kegiatan yang secara terus menerus harus diupayakan dan dikerjakan tanpa kenal lelah. ‘Berjuanglah’ di sini memiliki beberapa arti penting yaitu:
1. Berusaha mencapai sasaran. Seperti seorang atlet yang berusaha semaksimal mungkin untuk meraih mahkota kemenangan. “Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.” (1 Korintus 9:26).
2. Merebut.
Kita ini berada dalam pertandingan iman dan harus merebut hidup yang kekal (baca 1 Timotius 6:12).
3. Bergumul. Kita harus terus berkaya bagi Tuhan selama masih nafas. “Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.” (Kolose 1:29). Anugerah keselamatan yaitu hidup yang kekal pasti kita terima setelah kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, tetapi, sadarilah bahwa di dalam anugerah itu terkandung makna perjuangan yang harus kita upayakan dan kerjakan setiap hari.)

6.      Bernyanyi (menyambut Firman Tuhan) “ELSHADAY”
Tak usah kutakut  Allah menjagaku
Tak usah kubimbang Yesus p’liharaku
Tak usah ku susah Roh Kudus hiburku
Tak usah kucemas Dia memberkatiku
Elshaday, Elshaday Allah Mahakuasa
Dia besar, Dia besar Elshaday mulia
Elshaday, Elshaday Allah Mahakuasa
Berkat-Nya melimpah Elshaday

7.      Renungan dan Penelaahan Alkitab (Pdt. Selvi Sihombing, M.Si )
8.      Bernyanyi  Kami bawa Korban Pujian”(Mengumpulkan Persembahan)
Kami bawa Korban Pujian
Ke rumahMu oh Tuhan,
Juga korban kegirangan
Ke rumahMu oh Tuhan
        Korban ucapan syukur
        kami persembahkan bagi-Mu
        Dan korban kegirangan
        itu juga bagi-Mu
We bring the sacrifice of praise
Into the house of the Lord
We bring the sacrifice of joy
Into the house of the Lord
       And we offer unto You
       The sacrifices of thanksgiving
       And we offer unto You
      The sacrifices of joy

9.      Bernyanyi KJ no. 376:1-2 “IKUT DIKAU SAJA, TUHAN”
Ikut dikau saja, Tuhan
jalandamai bagiku
Aku slamat dan sentosa
hanya oleh darahMu
Aku ingin ikut Dikau
Dan mengabdi padaMu
Dalam Dikau, Juruslamat
kubahagia penuh!
Ikut Dikau di sengsara
karna janjiMu teguh
atas kuasa kegelapan
kumenang bersamaMu
Aku ingin ikut Dikau
Dan mengabdi padaMu
Dalam Dikau, Juruslamat
kubahagia penuh!

10.  Doa Syafaat
11.  Bernyanyi (Komitmen) “HATI S’BAGAI HAMBA”
Ku tak membawah apapun juga
Saat ku datang ke dunia
Ku tinggal semua pada akhirnya
Saat ku kembali ke surga
Inilah yang kupunya hati s”bagai hamba
Yang mau taat dan setia padaMu Bapa
Kemana pun kubawa hati yang menyembah
Dalam Roh dan kebenaran Sampai slamanya

12.  Doa Penutup, Doa Bapa Kami dan Doa Berkat (Pdt. Selvi Sihombing, M.Si)
Bapa Terima Kasih
Bapa Terima Kasih
Bapa di dalam Surga
Kuberterima Kasih, Amin!



“Jangan sia-siakan keselamatan yang telah kita terima dan teruslah berjuang”

Tinggi Iman,
Tinggi Ilmu,
Tinggi Pengabdian...
Ut Omnes Unum Sint, Shalom....

Rabu, 02 Maret 2016

ACARA KEBERSAMAAN



1.      Nama Program            : Acara kebersamaan
Dasar Pemikiran          : Mengingat pentingnya rasa kebersamaan dan kekeluargaan civitas GMKI  
 
FT-UNIMED dalam pemantapan konsolidasi bagi civitas GMKI
Dasar Pelaksanaan    : Surat Keputusan RAKOM NO.007/RAKOM-GMKI/FT-UNIMED/MDN/V/2015 TENTANG ARAH SASARAN KEBIJAKAN UMUM ORGANISASI GMKI FT-UNIMED MASA BAKTI2015-2016.
Tujuan                   : Membangun  kembali hubungan komunikasi diantara civitas GMKI   FT-UNIMED guna mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan.
Sasaran                : Seluruh anggota GMKI FT-UNIMED dapat merasakan kebersamaan dan kekeluargaan serta semakin aktif dalam mengikuti semua program
Indikator                     : - Peserta yang hadir minimal 15 orang dalam setiap kegiatan
-   Kegiatan terlaksana minimal 4 kali selama keperiodean.
Metode                        : - Bersantai Ke Pantai
                                      -Perayaan ulang tahun anggota
-   Naik gunung/camping
-   Malam Keakraban
-   Wisata Dunia Keteknikan
-   Futsal
-   Touring Keliling Kota Medan
-   Kunjungan Sekretariat Sejajaran
Waktu Pelaksanaan     : Satu kali dalam satu bulan.
Pelaksana                    : Pengurus Komisariat GMKI FT-UNIMED (Bidang Organisasi dan Komunikasi)
Skala Prioritas             : Primer
Taksasi Biaya              : Rp 2.000.000,-
Realisasi                     : Terealisasi
I. Bersantai Ke Pantai 
Hari/Tanggal      : Sabtu/27 Februari 2016
Pukul                 : 08:00 WIB S/d Selesai
Tempat              :Bali Lestari (Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai)
  
Program ini terealisasi hanya karena Kasih Tuhan Yesus Kristus Sang Kepala Gerakan.
08:00-09:30    PK dan Anggota berkumpul di sekretariat untuk persiapan keberangkatan. 
09:30              Rombongan civitas GMKI Komisariat FT-UNIMED berangkat dengan diawali doa bersama. Selama di perjalanan suasana Kebersamaan sudah sangat terasa diantara peserta dengan tidak lupa tertib lalu lintas rombongan berjalan bersama. Pukul 11:00 WIB tiba di .......... berhenti sejenak membeli makan siang. Perjalanan dilanjutkan dan tiba di Pantai pukul 11:30


LANJUT LAGI...